Berikut adalah pengalaman salah satu pelajar di Indonesia ketika memperpanjang paspornya di KBRI. Ribet, begitulah kesimpulannya.
Saya salin dari blognya langsung.
putar nomer telepon KBRI ...
ibu KBRI: Indonesisch ambassade, goede middag!
me: selamat siang bu, mau tanya tentang perpanjangan pasport bu ..
ibu KBRI: (memotong kalimat) wah sudah tak ada sekarang perpanjangan passport dek!
me: (kaget) wah ko ga ada bu? passport saya sudah habis masa berlakunya gimana donk bu?
ibu KBRI: iya sudah tak ada .. sekarang adanya pembaharuan passport
me: (bengong sendiri ... thinking "bedanya apa ya?")
me: oh itu beda ya bu?
ibu KBRI: iya itu beda dek! coba dilihat persyaratan nya di internet kita. disebelah kiri layar ada pilihan "imigrasi" semua info ada disana
me: oh sebelah kiri layar ya bu *layar??* saya cek deh. biayanya masih 50 euro bu?
ibu KBRI: ada di internet juga! biayanya 30 euro!! mahal sekali 50 euro!
me: oh sudah ganti ya bu? 2 thn lalu saya perpanjangan biayanya 50 euro kok bu!
ibu KBRI: 50 gulden mungkin!!! kita selalu 30 euro ko! lagipula ini sekarang pembaharuan bukan perpanjangan lagi!
me: ...... (tambah bengong) oh iya, ya sudah makasih bu!
ibu KBRI: iya mari mari, cek di internet saja infonya.
tutup telepon ....
mikir sendiri ...
"pembaharuan sekarang .. bedanya ma memperpanjang apaan ya? beda kata mungkin .. oh ini skrg menggunakan kata dari bahasa Indonesia yg baik dan benar kali .. kalo dulu memperpanjang masih berbau orde baru dan dr era CBSA (????) ... "
"30 euro katanya? ga pernah 50 euro .. gulden? 2 thn lalu kan udah ga pake gulden bu?! trus .. 20 euro extra yg gw bayar dikemanain donk???"
ah susahnya mencoba mengerti hukum hukum KBRI.
Lebih lengkapnya silakan diliat di blognya. Telusuri bagian komentarnya, dan bisa diliat juga komentar dari pelajar lainnya yang pernah menghadapi masalah yang sama.
Bagaimana KBRI Belanda?




Kasihan banget ya,.....semoga di beri kemudahan ya dho....